
Jakarta, dnastay Indonesia
—
Menteri Keuangan (Menkeu)
Purbaya
Yudhi Sadewa menegaskan anggaran program Makan Bergizi Gratis (
MBG
) 2027 sebesar Rp174 triliun masih dibahas.
“Oh, saya belum dengar, masih kita diskusikan ya,” katanya ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).
Besaran anggaran MBG pada tahun depan itu sebelumnya diungkap Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memastikan anggaran MBG turun dari Rp268 triliun menjadi sekitar Rp174 triliun pada tahun depan.
Said mengatakan penurunan itu disesuaikan dengan jumlah titik satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) dan total siswa penerima manfaat.
“Sehingga hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan, ada anggaran kesehatan yang masuk seperti umpamanya stunting, ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp174 triliun,” kata Said di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (6/7).
“Kalau dari Rp268 triliun ke Rp174 triliun ya tinggilah,” imbuh dia.
Purbaya sendiri sebenarnya juga pernah mengungkap kalau akan ada penurunan anggaran MBG tahun depan.
Ketika diwawancara Denny Sumargo, Purbaya mengatakan pemerintah bakal kembali mengefisiensikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara besar-besaran.
Purbaya mengatakan anggaran MBG tahun ini, yang semula dialokasikan sekitar Rp330 triliun, diturunkan menjadi Rp270 triliun. Menurut dia, angkanya masih berpotensi kembali dipangkas lebih besar lagi.
Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan melakukan penghematan besar-besaran di MBG.
“Kita akan potong lagi (anggarannya) dalam beberapa bulan ke depan. Anggarannya tahun depan juga akan kita turunkan lagi dan kita akan awasi sekarang dengan Kementerian Keuangan,” ujar Purbaya dalam wawancara bersama Denny Sumargo yang diunggah di kanal
YouTube
CURHAT BANG Denny Sumargo, Kamis (2/7).
[Gambas:Youtube]
(dhz/sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Pekan Debut Enola Holmes 3 Catat 20,7 Juta Views
Baca lagi: Digempur AS, Kereta Teheran ke Kota Pemakaman Ali Khamenei Mandek
Baca lagi: Ada Kafein dalam Cokelat, Benarkah? Ini Penjelasan Ilmiahnya



6 Responses
Pembahasannya tidak terlalu panjang tetapi tetap memberikan informasi yang lengkap. Referensi lainnya dapat ditemukan di https://gi.org/media/covid-19-and-gi/.
Saya menghargai cara penulis menyampaikan informasi secara runtut. Sebagai tambahan, saya mengunjungi https://wpsites.ucalgary.ca/gilkaplan/tag/covid-19/.
Sebuah dokumen pemikiran yang kaya akan parameter valid, esensial untuk dijadikan rujukan riset lanjutan. https://coursework.uma.ac.id/index.php/ekonomi/article/view/1329
Artikel ini adalah definisi nyata dari ‘bacaan berenergi tinggi’—cepat diserap dan langsung mengubah pola pikir. https://caramellaapp.com/htihit/V06-_89-P/drachen-male-enhancement-it-s-fake-or-legit-customer
Penulis punya radar yang sangat peka terhadap apa yang benar-benar dibutuhkan oleh pembaca saat ini.https://blue-vibe-cbd-gummies-pain-rel.godaddysites.com/
Penulis berhasil merangkai dialektika yang indah antara teori ilmiah dan realitas kemanusiaan https://coursework.uma.ac.id/index.php/ekonomi/issue/view/16