
Yogyakarta, dnastay Indonesia
—
Menteri Keuangan (Menkeu)
Purbaya Yudhi Sadewa
mengakui realisasi
anggaran pendidikan
pada 2025 masih di bawah 20 persen dari total belanja negara.
Purbaya menjelaskan, pemerintah sebenarnya telah merancang alokasi anggaran pendidikan di atas ambang batas minimal 20 persen atau sesuai amanat konstitusi sejak tahap penyusunan APBN.
Namun, dalam pelaksanaannya muncul kebutuhan belanja negara yang meningkat. Kondisi tersebut membuat total belanja negara membengkak sehingga proporsi anggaran pendidikan terhadap keseluruhan belanja ikut menurun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sebenarnya gini, di desain-nya 20 persen lebih, tapi ketika ada Aceh (penanganan bencana Sumatera) dan lain-lain kan ngegelembung. Jadi kan persentasenya turun, mau dikasih ke sana kan belum sempat buat juga itu Departemen P dan K (Kementerian Pendidikan) mungkin ya, jadi penjawab utamanya itu,” kata Purbaya di Alun-alun Selatan Kota Yogyakarta, Kamis (16/7).
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan mengupayakan agar porsi anggaran pendidikan pada tahun-tahun mendatang tetap berada di level minimal 20 persen sejak tahap penganggaran.
Menurut dia, tantangan muncul ketika terjadi lonjakan belanja negara yang tidak direncanakan karena penyesuaian anggaran pendidikan juga harus dilakukan secara proporsional.
[Gambas:Youtube]
Purbaya mencontohkan, apabila pemerintah harus menambah belanja sebesar Rp100 triliun untuk kebutuhan mendesak, maka anggaran pendidikan juga harus meningkat agar tetap memenuhi ketentuan alokasi minimal 20 persen dari total belanja negara.
“Kalau saya harus tambah 100 triliun di tempat lain, tempatnya tetap harus naik 20 persen kan,” ungkap Purbaya.
Menurut dia, mekanisme tersebut tidak selalu mudah diterapkan karena tambahan belanja yang bersifat mendadak, seperti untuk penanganan bencana, juga mengharuskan penyesuaian anggaran pendidikan.
Di sisi lain, kementerian atau lembaga yang mengelola anggaran pendidikan belum tentu siap menyerap tambahan alokasi tersebut dalam waktu singkat.
“Jadi yang 100 misalnya yang bencana itu tiba-tiba menaikkan belanja pendidikan karena kewajiban tadi yang proporsional terhadap APBN. Itu yang agak sulit diantisipasi. Dan kalau di-adjust ke pendidikan juga kadang-kadang nggak siap juga,” tandas Purbaya.
(kum/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Jabar Godok Wacana Aktifkan Lagi SPP SMA/SMK, Siap-siap Bayaran Lagi
Baca lagi: FOTO: Kualitas Udara Toronto Terburuk di Dunia Imbas Kebakaran Hutan
Baca lagi: Sinopsis Cek Khodam, Horor Komedi Fenomena Viral di Medsos




4 Responses
Pembahasan yang sangat relevan sama kondisi sekarang. Kalau mau cari perbandingan artikel, di https://kldp.org/comment/254337 juga ada ulasan yang komprehensif banget.
Sangat setuju dengan poin-poin yang dibahas di artikel ini. Sebagai referensi silang, ulasan di https://magic.ly/rererent/Satelit-Baru-Tingkatkan-Koneksi-Global juga sangat layak untuk dibaca.
Penjelasan yang sangat informatif dan mudah dipahami! Saya kebetulan nemu materi bacaan yang mirip dan lumayan ngebantu di https://caramellaapp.com/jack2004/2d-vrEJ0F/thermo-keto-gummies.
Penjelasan yang luar biasa detail! Kalau butuh perbandingan atau bahan bacaan ekstra, coba deh buka tautan https://www.dibiz.com/g6ketoacvgummiesamazon ini.