Purbaya Bandingkan Kondisi Swasta Era SBY dan Jokowi

Daftar Isi

Jakarta, dnastay Indonesia

Menteri Keuangan

Purbaya Yudhi Sadewa

blak-blakan soal kondisi sektor

swasta

di era Pemerintahan Presiden

Joko Widodo

.

Ia mengungkap pertumbuhan sektor swasta atau

non-government

berjalan lambat 10 tahun terakhir akibat kurangnya dukungan kebijakan moneter dan fiskal.

“Pada zaman 10 tahun terakhir itu boleh dibilang private sector atau

non-government sector

tumbuhnya amat lambat atau kebijakan fiskal dan moneter tidak mendukung sektor di luar pemerintahan,” ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, hal tersebut terlihat dari rendahnya laju pertumbuhan uang primer (

base money

atau M0) dan penyaluran kredit jika dibandingkan dengan era kepemimpinan sebelumnya.

“Kalau hitungan kita waktu zaman pak SBY itu base money itu tumbuhnya rata-rata 18 persen lah, kredit tumbuhnya 22 persen selama 10 tahun rata-rata. Waktu zaman Pak Jokowi M0 tumbuhnya sekitar 7 persen, kredit juga 5-7 persen,” ujar Purbaya.

Menurut dia, perbedaan kontribusi antar era tersebut dipengaruhi oleh pendekatan mesin penggerak ekonomi yang digunakan saat itu.

“Zamannya Pak SBY naik terus, terlalu ekspansif, tapi zamannya Pak Jokowi non-government sektornya memble. Kalau sekarang kita jalankan dua-duanya,” ujar Purbaya.

Untuk strategi jangka panjang, ia berkomitmen menyeimbangkan peran sektor negara dan swasta secara bersamaan demi menggenjot pertumbuhan ekonomi.

“Selama 20 tahun terakhir ini, kita selalu bincang, waktu zamannya Pak SBY

non-government

sektor. Zamannya Pak Jokowi

government led

aja. Sekarang kita coba hidupkan dua-duanya. Sepertinya hampir berhasil,” ujar Purbaya.

Ia sebelumnya pernah mengungkap bagaimana dibutuhkannya peran kucuran investasi dari sektor swasta hingga Danantara untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen di 2027.

Purbaya menjelaskan target pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut memerlukan pertumbuhan investasi nasional hingga 7 persen.

“Target ini akan dicapai melalui kolaborasi pemerintah, swasta, dan Danantara,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9).

Ia mengatakan investasi pemerintah akan ditempatkan sebagai katalisator, lalu sektor swasta menjadi motor penggerak utama. Danantara pun difokuskan untuk berkontribusi pada investasi di sektor strategis dan hilirisasi .

[Gambas:Youtube]

(dhz/agt)

Baca lagi: Anggun Pamer Gerakan Silat di Episode Terbaru Reacher Season 4

Baca lagi: Apresiasi Pemda Berprestasi, Kemendagri Optimalkan Program Prioritas

Baca lagi: Gedung di Kantor Bea Cukai Batam Terbakar, Diduga dari Panel Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: